Molluscum contagiosum - Moluskum Kontagiosumhttps://en.wikipedia.org/wiki/Molluscum_contagiosum
Moluskum Kontagiosum (Molluscum contagiosum) adalah infeksi virus pada kulit yang menyebabkan lesi kecil berwarna merah muda. Lesi ini biasanya tidak menimbulkan rasa sakit, tetapi dapat terasa gatal ringan.

Infeksi ini disebabkan oleh virus molluscum contagiosum (MCV). Virus tersebut menyebar melalui kontak langsung, termasuk aktivitas seksual, atau melalui benda yang terkontaminasi seperti handuk. Virus juga dapat menyebar ke area kulit lain pada tubuh yang sama. Faktor risiko meliputi sistem kekebalan tubuh yang lemah dan dermatitis atopik.

Penghapusan dapat dilakukan dengan pembekuan (cryotherapy), ablasi laser, atau pengangkatan mekanis menggunakan kuretase. Podophyllotoxin atau asam salisilat yang dioleskan pada kulit juga dapat digunakan sebagai terapi.

Diperkirakan sekitar 122 juta orang di seluruh dunia mengalami penyakit ini pada tahun 2010 (1,8 % dari populasi). Penyakit ini lebih sering terjadi pada anak‑anak berusia satu hingga sepuluh tahun. Mengidap infeksi ini bukan alasan untuk melarang anak bersekolah atau masuk ke tempat penitipan anak.

Pengobatan – Obat OTC
Hindari mencuci atau menyentuh area yang terkena terlalu sering; menggosok atau menggaruk dapat menyebabkan virus menyebar melalui luka kecil. Oleskan asam salisilat secara hati‑hati hanya pada lesi yang terinfeksi.
#Salicylic acid, brush applicator [Duofilm]
#Freeze, wart remover
☆ Pada hasil Stiftung Warentest tahun 2022 dari Jerman, kepuasan konsumen terhadap ModelDerm hanya sedikit lebih rendah dibandingkan dengan konsultasi telemedis berbayar.
  • Papula berwarna daging yang khas.
  • Hal ini biasa terjadi pada anak-anak penderita dermatitis atopik.
References Molluscum Contagiosum 28722927 
NIH
Molluscum contagiosum, umumnya dikenal sebagai kutil air, adalah kondisi kulit yang jinak. Lesi kulit Molluscum contagiosum disebut mollusca. Lesi khas berbentuk kubah, bulat, dan berwarna ungu kemerahan.
Molluscum contagiosum, also called water warts, is a benign condition of the skin. The skin lesions of molluscum contagiosum are called mollusca. The typical lesion appears dome-shaped, round, and pinkish-purple in color.
 Molluscum contagiosum: an update and review of new perspectives in etiology, diagnosis, and treatment 31239742 
NIH
Molluscum contagiosum (MC) adalah infeksi kulit yang umum ditemukan pada anak‑anak, orang dewasa yang aktif secara seksual, serta individu dengan sistem kekebalan yang lemah. Penyakit ini disebabkan oleh virus yang disebut molluscum contagiosum virus (MCV), anggota keluarga Poxviridae. MCV menyebar terutama melalui kontak langsung dengan kulit yang terinfeksi; penularannya dapat terjadi secara seksual, non‑seksual, atau bahkan melalui sentuhan kembali pada area yang terkena. MC biasanya muncul sebagai benjolan bulat dan keras pada kulit, berwarna merah muda atau sewarna kulit, dengan bagian tengah yang mengkilap. Benjolan‑benjolan ini dapat bertahan antara 6 hingga 9 bulan sebelum menghilang dengan sendirinya. Ukuran, bentuk, dan lokasinya bervariasi, terutama pada orang dengan sistem kekebalan yang lemah, dan terkadang dapat menimbulkan komplikasi seperti eksim atau infeksi bakteri.
Molluscum contagiosum (MC) is a self-limited infectious dermatosis, frequent in pediatric population, sexually active adults, and immunocompromised individuals. It is caused by molluscum contagiosum virus (MCV) which is a virus of the Poxviridae family. MCV is transmitted mainly by direct contact with infected skin, which can be sexual, non-sexual, or autoinoculation. Clinically, MC presents as firm rounded papules, pink or skin-colored, with a shiny and umbilicated surface. The duration of the lesions is variable, but in most cases, they are self-limited in a period of 6-9 months. The skin lesions may vary in size, shape, and location, which is more frequent in immunosuppressed patients, and could present complications such as eczema and bacterial superinfection.
 Molluscum Contagiosum and Warts 12674451
Molluscum contagiosum dan warts disebabkan oleh infeksi virus. Molluscum contagiosum biasanya hilang dengan sendirinya tanpa efek jangka panjang, namun penyakit ini dapat menyebar lebih luas pada orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah. Meskipun lesi biasanya menghilang dengan sendirinya, metode pengobatan seperti pengikisan, cryotherapy, atau penggunaan asam tertentu dapat membantu mempercepat pemulihan dan mengurangi kemungkinan penyebaran virus. Sebaliknya, kutil adalah pertumbuhan kulit menebal yang dipicu oleh human papillomavirus. Berdasarkan lokasi dan penampilannya, kutil dibagi menjadi beberapa jenis, antara lain common warts, periungual warts, flat warts, filiform warts, atau plantar warts. Pilihan pengobatan untuk kutil mencakup berbagai metode, seperti penggunaan asam, cryotherapy, pengikisan, penggunaan obat-obatan, atau terapi yang meningkatkan sistem kekebalan tubuh.
Molluscum contagiosum and warts are caused by viral infections. Molluscum contagiosum usually goes away on its own without any lasting effects, but it can be more widespread in people with weakened immune systems. Although the lesions typically vanish by themselves, treatment methods like scraping, cryotherapy, or applying certain acids can help speed up recovery and lower the chances of spreading the virus. Warts, on the other hand, are thickened skin growths triggered by the human papillomavirus. Depending on their location and appearance, warts are categorized into different types (common warts, periungual warts, flat warts, filiform warts, plantar warts). Treatment options for warts include various methods like applying acids, cryotherapy, scraping, using medication, or boosting the immune system.